Rabu, 29 Maret 2017

Tradisi "Tek-Tek Prus" Nyanggra "Usaba Dodol" Desa Pakraman Putung


"Tek-Tek Prus"




tradisi "Tek-tek Prus" desa pakraman Putung
istilah "tek-tek" diartikan sebuah suara/bunyi yang berasal dari sebilah genteng bambu nantinya di ketokkan 3kali pada masing-masing pelinggih dan apit lawang, ketukan genteng bambu itulah yang nantinya akan mengeluarkan bunyi "tek-tek" yang mengumandangkan sebuah tabuh/gambelan berirama, dan istilah "prus" dalam bahasa bali diartikan mesimbuh (menyemburkan), adapun sarana dalam mesimbuh ini diantaranya : mesui,  kesuna,  jangu ketiga sarana ini nantinya disebut dengan tri ketuka tiga kekuatan yang nantinya mampu menetralisir daripada kekuatan jahat, selain dari sara tersebut diatas adapun sarana yang mesti harus dilaksanakan seperti :

1. daun sikapa (kelopak tiga)
2. daun bambu
3. duri pohon gung-gung/pandan melambangkan senjata para bhuta kala
4. Pamor/kapur sirih ( untuk membuat tampak dara pada daun sikapa).melambangkan swastika  yang dipercaya sebagai pembalik adharma menjadi darma
5. prakpak (dari daun kelapa kering)
 daun sikapa(sudah diolesi pamor/kapur), daun bambu dan duri gung-gung diikat jadi satu, setelah itu  diletakkan pada masing'' rong pelinggih atau apit lawang, lalu menghaturkan canang sari dan segehan sambil membunyikan gentengbambu dan membawa prakpak.

Setelah seluruh upacara ini dilaksanakan maka sarana tersebut dibuang pada “lebuh” (deoan pintu rumah pekarangan) yang merupakan nistaning mandala, dan menjadi symbol surganya para kala sehingga dapat disipulkan upacara ini adalah untuk mengembalikan bhuta kala pada asalnya atau untuk nyomia bhuta / menghilangkan sifat2 kebhuta kalaan yang didasari rasa iri hati, dengki, amarah, dan godaan bhuta lainnya.
tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh para krama desa pakraman putung, banjar dinas putung, desa duda timur,  kecamatan selat,  kabupaten karangasem yang tepatnya tiga hari sebelum usaba dalem (usaba dodol).

1 komentar:

  1. om swastyastu, mohon informasi apakah ada sumber/literasi kajian tentang Tri Ketuka? suksma. jika ada mohon informasi tyang di email bayu.somantara10@gmail.com

    BalasHapus