salah satu objek daya tarik wisata yang dimiliki kabupaten karangasem yang sangat terkenal dan mendunia sejak 1975-an dan merupakan icon Kabupaten Karangasem yaitu Suatu daerah perbukitan yang terletak di desa Duda Timur, kecamatan
Selat, Kabupaten Karangasem. Objek
wisata ini berjarak sekitar 67 km dari bandara Ngurah Rai Denpasar dan sekitar 14 km dari pusat kota amlapura. Untuk mencapai objek ini kita dapat melalui perjalanan dari Jalan By Pass Ngurah Rai ke
arah timur lalu dilanjutkan menuju ke Jalan By Pass Prof. Ida Bagus
Mantra menuju arah Klungkung. Dari Klungkung lalu menuju ke kabupaten
Karangasem dan sampai di tujuan kira-kira menghabiskan waktu sekitar 1
jam perjalanan. Area bukit putung ini dapat dijangkau oleh kendaraan pribadi maupun bus, sekilas jika kita mendengar nama objek wisata ini
terdengar agak aneh dan unik di telinga. Pasalnya, nama tersebut
diberikan karena adanya sejarah asal-usul tempat ini. Dalam bahasa Bali
kata “Putung” diambil dari asal kata “Putus” yang berarti tidak
mempunyai ujung, ekor atau kelanjutannya.
Bukit Putung ini memiliki panorama alam yang mengagumkan, yang
merupakan kombinasi antara pegunungan dan laut dari kejauhan. Secara
lebih spesifik bukit Putung terletak pada daerah pegunungan yang
dikelilingi oleh pepohonan lebat seperti pakis saji, pohon kelapa dan
terutama pohon salak. Hal tersebut membuat tempat ini begitu sejuk. Dari
atas bukit kita dapat menyaksikan garis pantai pada dermaga di wilayah
kecamatan Manggis. Pemandangan di bawah
lembahnya akan tampak terlihat petak-petak sawah yang berada di wilayah
desa Buitan, dengan lautnya yang membentang luas serta terlihat
kapal-kapal yang sedang berlabuh dan jukung(perahu) nelayan yang sedang
menangkap ikan. Serta dari puncak bukit ini dari kejauhan akan tampak
sangat jelas pulau Nusa Penida. panorama bukit Putung ini
seolah- olah sebuah lukisan yang tergambar secara nyata di depan mata kita. Bukit Putung memiliki areal tanah seluas 1 hektar, objek wisata ini juga dilengkapi dengan
fasilitas-fasilitas pendukung seperti restaurant & bar, 3 unit bungalow serta
fasilitas pendukung lainnya yaitu lapangan tenis, kolam besar, wahana bermain seperti ayunan, areal parkir yang luas dan lapangan terbuka, semua aset ini adalah milik Pemerintah Kabupaten Karangasem.
namun sejak tahun 2004 silam semua fasilitas yang berupa bangunan sudah mengalami kerusakan yang amat parah sehingga keindahan Bukit Putung sedikit mengalami pergeseran, para wisatawan pun enggan untuk singgah di tempat ini, seiring berjalannya waktu dan beberapa kali pergantian Pemimpin Karangasem tepatnya tahun 2017 ini Pemkab Karangasem kembali memberi perhatian kepada ODTW Bukit Putung ini dan mulai melakukan pergerakan dengan diawali membersihkan lingkungan disekitar DTW Putung dengan sebuah misi ingin mengaktifkan kembali salah satu icon kabupaten karangasem yang sempat tertidur dari masa dan ketenarannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar